pikiran sederhana dari seorang pria yang biasa saja

People Come and Go

956348988

Just checked on twitter and i saw this tweet from @firasti

And it reminds me of one quick note i write earlier this month in my evernote

120305 2.44am kosan

I just woke up from an excruciating sleep, checked on twitter and i found some heartwrenching tweets from my beloved SET mates, sesha is leaving the team… After ella finally dismissing herself from the team now the senior staffs are leaving, one by one…

A job is like a two sided coins for me. There are, always, responsibilities and benefits that come to us along with the job. It restrains me from doing one thing or another but it gives me the lessons i need to survive, somehow. But, I feel that it is oddly uncomfortable when the responsibilities are being taken away from my to-do-list. I have to say goodbye to the so called routine, to the people i used to mess around with, to the all the jibber jabber that made me cursing this and that, all the irony, and the friendship that counts. I usually spend a quarter of the cycle, one year more or less, to figure out how to fit the duties in my schedule, another quarter to mingle with the folks and do some “bonding”, a quarter to win my subconcious over to do those duties wholeheartedly, and when i am starting to enjoy the job in the last quarter : it has to end.
As a grown undergrad *i don’t really think this term exist, LMAO* i need this cycle that models what is really happening in the real life settings.

People come and go. Yes, we are a social being. I believe that we have certain feeling attached to our relationship with others from the interactions. Love, hate, fear, disgust, everything you can list down. But, we need to continue our life, taking notes from some, getting feelings aside, adjust a little bit, change maybe. No need to be sad about a goodbye. Leave the impressions there, and continue our life, so to speak, we have to continuosly learn new things, meet new people, mingle with new, let’s say, clique, sip new endearing thougths of others. IMHO : we got to move on

i hate being jobless and it’s like i will be jobless this semester if i do nothing. I’m gonna find an internship place, well i should. Wish me luck.

And to the beloved Student Exchange Team Indonesia for IPSF, You guys rock!

Semua pikiran saya malam ini dimulai dengan satu sms dari tegar achsendo

Semoga kt g beda visi sampai jadi musuh, setelah keluar dr bangku kuliah.

.

Jadi mikir. 5 Tahun dari sekarang kita akan jadi gimana? Apakah jadi closetted workaholic yang terpenjara di cubicle kantor, atau jadi dosen yang baru pulang dari luar negeri dengan semangat Ph.D newborn, atau jadi budak rutinitas dan termakan mindset mainstream, or worst jadi washed out bachelors?

Saya ngga pengen kehilangan idealisme saya buat bikin indonesia a better nation. Tp di satu sisi saya pengen hidup bahagia dengan sederhana.

I need all the help i can get to reform this nation. Jangan sampe kita lelah buat perbaikin diri dan menginspirasi. Susah, serius. Saya sudah lihat banyak orang ambil that turn to the dark path. Not only losing their idealism, but also selling their soul to the devil. I don’t want that to happen to me in the process.

This week my faculty is having orientation week for the freshmen. I was one of the supervisors. Gagal pokoknya kerja saya. Maaf ya panitia sekalian saya ngga bisa menjalankan tugas dengan baik. I’m so very sorry. :(
lihat freshmen kemarin pas debate session. They gave me ghoose bumps! Those bright eyes made me feel both old and happy. We have tons of iron stock to make chages. We need those brave chests, flaming spirits, and tireless hands. Mereka masih baru masuk fakultas 2 hari tp sudah bisa berpikir segini jauh. Dope!

Ada satu anak yang bener2 mikir positif. I forgot his name. Ketika saya ngobrol2 kecil pas mereka queuing keluar ruangan saya bilang “semangat guys” ada yang nimpalin, “yah… Masi 3 hari lagi kak” terus si bocah ini nimpalin “hahaha 2 hari lagi kok, santai aja”. Ada aja ya yang selalu mikir positif. We need freshmen with this kinda spirits :D semoga mereka bisa makin tajam sejalan sama studi mereka.

Semoga semua yang udah saya jalanin tidak membuat saya membenci realita dan bisa bermanfaat buat banyak orang.

I can ’t stand to fly
I’ m not that naive
I’ m just out to find
The better part of me

five for fighting – superman

:)

hari ini saya bahagia, aneh (memang). kadang doa-doa kecil dikala kita letih menjalani rutinitas itu (iya yang sangat sederhana, bodoh, dan kadang dangkal itu) dikabulkanNya dengan cara yang tidak pernah kita duga :)

hidup itu rumit, kadang lebih rumit dari langit senja surabaya yang rumit dia mengawinkan jingga, biru gelap, merah, pendaran hijau bintang malam, keangkuhan bulan yang keperakan dan senyuman hangat yang menusuk dari matahari. diluar nalar saya.

hidup itu kadang juga sangat sederhana, sesederhana air yang menggenangi sungai kala hujan tiba. mengikuti hukum alam. tapi tetep. diluar nalar saya.

saya memang manusia sederhana dan dangkal. hehe

hari ini saya tiba-tiba dipertemukan lagi dengan semburat jingga itu lagi setelah berlari menembus gerimis yang tak kunjung selesai, mungkin ini cuma kebetulan, terimakasih sudah diberi alarm untuk minum obat dan pulang hari ini. rasanya bahagia.

kadang sesuatu yang tidak bernyawa bisa seperti ini.

terimakasih buat Dia yang mengabulkan doa-doa itu :)

 

 

maaf kalo banyak pertanyaan setelah baca post ini.

saya gak tau harus menumpahkan kebodohan ini dimana lagi… hahaha

mungkin juga ini efek gerimis tadi. entahlah. yang jelas saya bahagia :p

galau.


hmm, malam ini saya sedang galau. yah, seperti layaknya abegeh jomblo di jumat malam menjelang sabtu malam :D

awalnya ini dipicu sama @ekobastiawan dan @adi_arfas yang tweeting hal-hal berbau galau. dan, hal ini berdampak serius akibat saya retweet dan tweeting masalah pemicu kegalauan malam ini:

1. lagu mike mohede – tak seperti dulu

2. lagu urbangermany – nowhere else

3. BULAN

ya, ketiga hal kampret ini menyeret seisi timeline buat bahas kegalauan.

 

sebenernya galau itu apa sih? kalo menurut saya :p

galau itu pikiran lagi kacau, distracted, bimbang, melankolis, dan berbunga-bunga, bahkan kadang-kadang sampe pengen nutup muka pake bantal terus teriak engga jelas (or worse, rasanya kaya makan buah simalakama :p), yang bisa disebabkan oleh kata benda dan kata sifat (kadang keterangan waktu). biasanya galau akut disebabkan ketidakadaan kegiatan :D

- Nugroho, 2011

 

sebenernya penting gak sih galau itu? as a personal menurut saya penting. biasanya dengan galau kita jadi merasa kalo diri kita itu flawed, fragile, needy, atau lonely. mengembalikan diri kita pada hakikat kalo manusia itu memang hanya eksekutor, hasil akhir dari segala usaha yang kita lakukan tidak hanya ditentukan oleh “me factor” tapi ada keterkaitan antara manusia-manusia manusia-tuhan manusia-alam. galau juga kadang bantu kita melihat lebih jernih dan merenungkan suatu masalah lebih baik, jadi kita bisa menempatkan diri kita pada tempat yang benar, tempat yang kita inginkan (seperti kata adi di screenshot :p )

jadi, kalau memang sedang galau. galau aja, manusiawi!

yang jadi masalah adalah banyak orang yang tidak sadar kalau galau ini menular, apalagi dalam keadaan hujan deras. >:D disinilah asiknya kadang ada kepuasan tersendiri ketika kita berhasil menularkan kegalauan kita kepada teman-teman kita atau bahkan pada total strangers di social media :D galau sendiri juga kadang suka kebablasan sampe menceritakan detil yang mendasari kegalauan yang kemungkinan di kemudian hari kita bakal sesalin (yah kadang malah ketawa sendiri baca hasil kegalauan yang udah basi :D )

 

jadi, galau boleh, tapi inget. ati-ati NULAR! :D

silahkan kalau mau nambahin, nyela, komen :D

salam~

tadi pagi, saya ngga bisa tidur. setelah terjebak dalam obrolan ga berujung di basecamp KKN balonggabus tentang hukum di indonesia, presiden yang ga mampu lindungin rakyatnya,ketegangan antar umat beragama, menkominfo yang gak ngerti isu mana yang harus dapet penanganan secepatnya, sampe prostitusi yang sampe ke level meprihatinkan.

setelah anak-anak bernjak buat tidur, saya cek timeline (just to make sure, another silly routine), hahaha timeline has become my bedtime stories. suddenly saya baca tweet ini dari account @AlandaKariza

tweet @AlandaKarizai wondered why, and then @rayafahreza tweet this link http://alandakariza.com/ibu/ and i read that post. (read that post to find out why)

pertama baca saya merasa simpati, kemudian saya merasa kalo memang jadi orang baik bekerja dengan benar aja kadang belum cukup untuk membuat kita dapat rasa aman dan just to be happy.

mo ngomongin hukum indonesia? saya sudah kehilangan kepercayaan saya terhadap aparat penegak hukum di indonesia sejak mereka membuat kasus munir jadi serial drama yang lebih menyedihkan dari Putri yang Ditukar. lihat aja progress kasus antasari, gayus, artalyta, bahkan orang yang bisa dikatakan tidak punya kepentingan politik dan tidak punya pengaruh politik aja bisa dengan mudah membeli aparat dan menukar dirinya dengan tetangganya buat dipenjara. belum lagi banyak perkara yang udah jelas di depan mata itu salah, common sense masyarakat aja bisa nangkep kalo itu korupsi progresif yang sangat potensial untuk mencederai lebih banyak orang di masa depan dan pelakunya bahkan tidak disidik.

kalau kita sebagai masyarakat indonesia ga melakukan sesuatu untuk membuat perubahan, paling tidak sebagai watchdog, sepertinya penyakit impotensi dalam lembaga penegak hukum indonesia bisa jadi epidemi dan menular ke lembaga lain (thats the scary part. impotence is not contagious). terlebih lagi penguasa di indonesia punya penyakit lupa. lupa akut! mari kita kawal setiap proses hukum yang ada apalagi yang dekat dengan kita. the bigger picture memang demi kemaslahatan indonesia ke depan. tapi kalo kita mau individualistis lakukanlah hal itu demi kepentingan kita pribadi. just like rihanna’s classic umbrella song

“you can stand under my umbrella

jika hal ini terus menerus dibiarkan terjadi lebih jauh, bukan ga mungkin hukum yang awalnya benar kehilangan kekuatannya untuk melindungi setiap warga negara yang bernaung di bawahnya… suara rakyat suara tuhan :) kalo rakyat indonesia sudah satu suara, tidak ada hal yang tidak mungkin.

mari kita doakan supaya proses hukum ibunda @AlandaKariza berjalan lancar dan apapun yang benar terbukti benar dalam persidangan :) amin

sepagian ini twitter sudah bergerak untuk menyebarkan pesan ini, let’s spread the message

P.S. : sorry for the imperfection of this post. i was just willing to spread the message

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 584 other followers